Jumat, 18 Desember 2009

Apapun - tentang - Bimbingan - konseling - Islam

BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG
Dewasa ini bimbingan konseling sangat dibutuhkan dalam setiap manusia khususnya bagi seorang pelajar (ABG). oleh karena itu khususnya bagi konselor haruslah tau apa arti dari fungsi dan tujuan bimbinga konseling itu, agar dalam memberikan bantuan kepada klien bisa menempatkan pada sasaran yang sesuai, karena, Bimbingan dan konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Pemberian bantuan ini dapat dilakukan dengan melalui berbagai cara, salah satu bahan yang bisa dipakai, misalnya diberikan kesempatan untuk membaca dan menelaah sebuah buku tentang sopan santun, cara belajar efektif, tata tertib dan sebagainya. Bimbingan konseling juga memiliki sebutan yang beragam dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Bimbingan konseling ini tujuannya agar para siswa dapat mewujudkan diri sebagai pribadi yang mandiri, bertanggungjawab, pelajar kreatif, dan pekerja produktif.
Oleh karena itu agar lebih jelas tentang memahami fungsi dan tujuan bimbingan konseling, kami akan mengulas lebih lanjut tentang Fungsi dan Tujuan Bimbingan Konseling tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka pertmasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Apa Fungsi Bimbingan Dan Konseling?
2. Apa Tujuan Bimbingan Dan Konseling?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa fungsi Bimbningan Konseling.
2. Untuk mengetahui apa tujuan Bimbingan Konseling.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Fungsi Bimbingan Konseling

Fungsi seorang pembimbing disekolah adalah membantu kepala sekolah beserta stafnya didalam menyelenggarakan kesejahteraan sekolah (School Walfare)
Fungsi Bimbingan dapat di artikan sebagai suatu kegiatan tertentu yang mendukung atau mempunyai arti terhadap tujuan bimbingan. Fungsi bimbingan sering diartikan sebagai sifat bimbingan. Misalnya fungsi bimbingan yang dinyatakan oleh Mortensen.
Mortensen membagi bimbingan menjadi 3 yaitu :
a)Memehami individu (Understanding individu)
Seorang guru dan pembimbing dapat memberikan bantuan yang efektif jika mereka dapat memahami dan mengerti persoalan, sifat, kebutuhan, minat, dan kemampuan anak didiknya. Karena itu bimbingan yang efektif menuntut secara mutlak pemehaman diri abak secara keseluruhan.Bimbingan tidak dapat berfungsi efektif jika konselor kekurangan pengetahuandan pengertian mengenahi motif tingkah laku konseling, sehingga usaha preventif dan treatment tidak dapat berhasil.
b) Preventif dan Pengembangan Individual
Preventif dan pengembangan merupakan dua sisi dari satu mata uang. Preventif berusaha mencegah kemerosotan perkembangan anak dan minimal dapat memelihara apa yang telah dicapai dalam perkembangan anak melalui pemberian pengaruh-pengaruh yang positif. Sedangkan bimbingan yang bersifat Pengembangan (developmental guidance) memberikan bantuan untuk mengembangkan sikap dan pola perilaku yang dapat membantu setiap individu untuk mengembangkan dirinya secara optimal. Dengan cara demikian individu terhindar dari problem-problem yang serius, tetapi bukan berarti seorang anak harus dihindarkan dari problem sehari-hari.
c) Membantu individu untuk menyempurnakan cara-cara penyelesaiannya.
Setiap manusia pada saat tertentu membutuhkan pertolonga dalam menghadapi situasilingkungannya. Pertolongan yang dibutuhkan untuk setiap individu tidak sama. Perbedaanya umumnya lebih pada tingkatannya daripada macamnya.fungsi preventif dan pengembangan memang ideal, tetapi hanya fungsi ini saja tidaklah cukup. Pada suatu saat kita membutuhkan tindakan yang koektif yang tujuannya tetap pada pengembangan kekuatannya sendiri untuk mengatasi masalahnya.
Perceival W. Hutson dalam bukunya yang berjudul Guidance in Education menyebutka 2 fungsi utama bimbingan yaitu fungsi penyaluran (Distributive) dan fungsi penyesuaian (Adjustive)
1) Fungsi penyaluran yaitu :
a. Memperkenalkan kepada siswa perihal pendidikan dan pekerjaan.
b. Memperkenalkan kepada siswa perihal kemampuan dan minat serta keterbatasannya.
c. Mengusahakan agar sekolah selalu mengetahui kemungkinan-kemungkinan pendidikan dan pekerjaan.
d. Mempeerkenalkan sekolah dengan kemampuan-kemampuan siswa minat dan keterbatasannya.
e. Membantu siswa pada suatu saat untuk memilih dan memutuskan.
2) Sementara itu komponen fungsi penyesuaian adalah :
a. Mencegah salah penyesuaian.
b. Mengidentifikasi kasus yang salah dalam penyesuaian diri.
c. Mendiagnosis salah penyesuaian.
d. Memberikan remedial treatment.
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, maka fungsi bimbingan menurut kurikulum 1975 dapat dibedakan :
1. Fungsi Penyaluran, yang membantu siswa untuk memilih jurusan, lanjutam sekolah, atau memilih kediatan-kegiatan kurikuler lainnya.
2. Fungsi Adaptasi, yang memberikan bantuan kepada staf sekolah untuk mengadaptasikan pengajaran dengan kemampuan, minat, dan kebutuhan para siswa.
3. Fungsi Penyesuaian, yang memberikan bantuan kepada siswa untuk memperoleh penyesuaian pribadi dan memperoleh kemajuan dalam perkembangannya secara optimal.
Fungsi ini dilaksanakan dalam rangka membantu siswa untuk mengidentifikasi, memahami, menghadapi, dan memecahkan masalah-masalahnya.
Ketiga fungsi bimbingan menurut kurikulum 1975 diatas sebetulnya serupa dengan pembagian dan kedua fungsi dari Perceival W. Hutson, karena fungsi adaptasi dan fungsi penyesuaian adalah sama. Perbedaan hanya terletak pada sasarannya, yaitu fungsi adaptasi untuk guru sedangkan fungsi penyesuaian untuk siswa.
Dalam buku kurikulum 1975 mengenahi pedoman bimbingan yang dipakai disekolah dasar sampai sekolah lanjutan tingkat atas, bimbingan dan penyuluhan berfungsi sebagai berikut :
1. Penyaluran, yang memberikan bantuan kapada siswa untuk mendapatkan lingkungan yang sesuai dengan keadaan dirinya.
2. Pengadaptasiaan, yang memberikan bantuan kapada sekolah untuk menyesuaikan program pengajaran dengan diri siswa.
3. Penyesuaiaan, yang memberikan bantuan kapada siswa untuk menyesuaikan dirinya terhadap lingkungannya yang baru.
4. Pencegahan, yang memberikan bantuan kapada siswa untuk menghindari kemungkinan terjadinya hambatan dalam perkembangannya.
5. Perbaikan, yang memberikan bantuan kapada siswa untuk memperbaiki kondisi yang dipandang kurang sesuai.
6. Pengembangan, yang memberikan bantuan siswa untuk melampaui proses perkembangan dan fase perkembangan secara wajar.
Ditinjau dari segi sifatnya layanan bimbingan mempunyai 7 fungsi, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Fungsi Preventif (Pencegahan), yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh peserta didik. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan.
Contoh : Usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah. Diantaranya adalah mencegah bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex).
2. Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. Penyaluran ini,adalah fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu mahasiswa untuk mendapatkan lingkungan yang sesuai dengan keadaan dirinya.
Contoh :
1) Memperoleh jurusan yang tepat.
2) Menyusun program belajar.
3) Perkembangan bakat dan minat.
4) Perencanaan karier.
3. Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa (siswa) agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. Penyesuaian ini adalah fungsi bimbingan dan konseling dalam rangka membantu mahasiswa agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Contoh :
Menyesuaikan dirinya terhadap apa yang dilakukan dan dimana dia berada. Maksudnya, ketika X menjadi anggota baru sebuah organisasi, maka X harus mampu menyesuaikan peraturan yang ada dalam organisasi tersebut.
4. Fungsi Perbaikan (Penyembuhan), yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching..Perbaikan ini adalah fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu mahasiswa memperbaiki kondisinya yang dipandang kurang memadai.
Contoh :
Merubah diri menjadi yang lebih baik. Maksudnya, seorang pelajar mengalami kegagalan dalam meraih nilai rata-rata, maka pelajar tersebut mampu memperbaiki dengan belajar lebih giat dan rajin agar mencapai nilai diatas rata-rata.
5. Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan siswa. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu siswa mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah layanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata.. Pengembangan ini adalah fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu mahasiswa memperbaiki kondisinya yang dipandang kurang memadai.
Contoh :
Untuk mengembangkan sikap yang baik menjadi lebih baik, Misalnya, seseorang yang selalu mempertahankan dirinya dalam memperbaiki sikap untuk selalu menjadi yang terbaik.
6. Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (siswa) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
Contoh:
Pahami terhadap dirinya sendiri. Dalam arti mengerti apa yang harus dilakukan dalam setiap saat, yaitu memahami segala sesuatu yang dilakukan terhadap dirinya untuk memecahkan masalahnya sendiri.
7. Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan siswa (siswa). Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai siswa, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan siswa secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan siswa.
Contoh :
Pelajaran matematika, seseorang akan bisa memahami / mengetahui secara mendalam pelajaran matematika jika seseorang tersebut sering mencoba, sering mengerjakan soal-soal yang dihadapi. Seseorang tidak akan mengenal sesuatu tanpa didahului dengan pendalaman, pendekatan, dan pembelajaran, jika sudah mengenal, maka lama kelamaan akan dapat memahami dengan sendirinya.

Menurut Nasution (1992) pelayanan bimbingan dan penyuluhan mempunyai beberapa fungsi. Fungsi-fungsi tersebut adalah :
a. Fungsi pencegahan
Pelayanan bimbingan dan penyuluhan dapat berfungsi pencegahan, artinya merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah. Dalam fungsi ini layanan nyang diberikan berupa bantuan bagi para siswa agar terhindar dari berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangannya. Hal tersebut dapat ditempuh melalui progam bimbingan yang sistematis sehingga hal – hal yang dapat menghambat seperti kesulitam belajar, kekurangan informasi, masalah social dan sebagainya dapat di hindari.
Beberapa kegiatan bimbingan yang dapat berfungsi pencegahan, antara lain :
1)Progam orientasi, yang memberi kesempatan kepada para siswa untuk lebih mengenal sekolah sebagai lingkungannya yang baru. Dalam program ini dapat disampaikan berbagai informasi seperti: kurikulum, cara-cara belajar, fasilitas belajar, hubungan social, tata tertib sekolah, informasi pekerjaan, dan sebagainya.
2)Program bimbingan karir, yang membantu para siswa untuk memperoleh pemahaman diri dan lingkungan yang lebih baik serta mengembangkannya ke arah pencapaian karier yang sesuai dengan bakat, minat, cita-cita, dan kemampuan.
b. Fungsi penyaluran.
Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah para siswa perlu dibantu agar memperoleh prestasi yang sebaik-baiknya. Untuk itu setiap siswa hendaknya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan, sesuai dengan keadaan pribadinya masing-masing, (seperti bakat, minat, kebutuhan, kecakapan, dan sebagainya).
Dalam hubungan ini bimbingan dan penyuluhan membantu siswa mendapatkan kesempatan penyaluran pribadinya masing-masing. Melalui fungsi penyaluran, bimbingan dan penyuluhan mengenali masing-masing siswa secara perorangan , dan kemudian membantunya dalam penyaluran kea rah kegiatan atas program yang dapat menunjang tercapainya perkembangan yang optimal.
Bentuk kegiatan bimbingan dan penyuluhan dalam fungsi ini misalnya, bantuan dalam:
1) memperoleh jurusan yang tepat;
2) menyusun program belajar;
3) perkembangan bakat dan minat;
4) perencanaan karier.
c. Fungsi Penyesuaian
Yang dimaksud dengan fungsi penyesuaian adalah bahwa pelayanan bimbingan dan penyuluhan berfungsi membantu terciptanya penyesuaian antara siswa dan lingkungannya. Dengan demikian, adanya kesesuaian antara pribadi siswa dan sekolah sebagai lingkungan merupakan sasaran fungsi ini.
Fungsi penyesuaian mempunyai dua arah. Arah pertama, adalah bantuan kepada para siswa agar dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekolah. Arah kedua, adalah bantuan dalam mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan keadaan siswa.

B. Tujuan Bimbingan Dan Konseling
Dalam UUSPN dan PP Nomor 28 tahun 1990, dikemukakan bahwa pada jenjang pendidikan dasar pendidikan memiliki tujuan untuk memberi bekal bagi peserta didik dalam mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah.
Pengembangan kehidupan siswa sebagai pribadi sekurang-kurangnya mencakup upaya untuk :
a) Memperkuat dasar keimanan dan ketaqwaan.
b) Membiasakan untuk berperilaku baik.
c) Memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar.
d) Memelihara kesehatan jasmani dan rohani.
e) Memberikan kemampuan untuk belajar.
Pengembangan siswa sebagai anggota masyarakat mencakup :
a) Memperkuat kesadaran hidup beragama dalam masyarakat.
b) Menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam lingkungan hidup.
c) Memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk berperan serta dalam kehidupan masyarakat.
Pengembangan siswa sebagai warga negara mencakup :
a) Mengembangkan perhatian dan pengetahuan hak dan kewajiban sebagai warga negara RI.
b) Menenemkan rasa untuk bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa dan Negara.
c) Memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk berperan serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Pengembangan siswa sebagai umat manusia mencakup :
a) Meningkatkan harga diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.
b) Meningkatkan kesadaran tentang HAM.
c) Memberikan pengertian tentang ketertiban dunia.
d) Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya persahabatan antar bangsa.
Dalam aspek perkembangan sosial pribadi, layanan bimbingan membantu agar siswa :
1. memiliki pemahaman diri.
2. mengembangkan sikap positif.
3. membuat kegiatan secara sehat.
4. mampu menghargai orang lain.
5. memiliki rasa tanggung jawab.
6. dapat menyelesaikan masalah.
7. dapat membuat keputusan dengan naik.
Dalam aspek perkembangan pendidikan, layanan bimbingan membantu agar siswa dapat :
1. melaksanakancara-cara belajar yang benar.
2. menetapkan tujuan dan rencana pendidikan.
3. memiliki keterampilan untuk menghadapi ujian.
4. mencapai prestasi belajar secara optimal sesuai bakat kemampuan.
Dalam aspek perkembangan karir, layanan bimbingan membantu agar siswa dapat :
1. mengenali macam-nacam dabn ciri-ciri berbagai jenis pekerjaan.
2. menentukan cita-cita dan merencanakan masa depan.
3. mengekplorasi arah pekerjaan.
4. menyesuaikan ketrampila, kemampuan dan minat dengan jenis pekerjaan.
Pada jenjang pendidikan dasar pendidikan memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah.
Secara khusus layanan bimbingan di sekolah dasar bertujuan untuk membantu siswa agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi, social, pendidikan, dan karier sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Dengan memperhatikan uraian mengenai tujuan pelaksanaan bimbingan dan konseling disekolah dasar, dikemukakan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling disekolah dasar dapat dilihat minimal dari dua pihak yaitu :
1. PIHAK SISWA
Dengan kemampuan yang dimilikinya, diharapkan para siswa mampu mencapai :
a. Kebahagiaan hidup pribadi di dunia dan akherat kelak.
b. Peningkatan kesadaran pemahaman terhadap diri sendiri dan lingkungannya yang meliputi lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat luas.
c. Pengembangan kemampuan dan kualitas diri sebagai insane pribadi sosial dan insane Tuhan.
d. Peningkatan kemampuan dalam memecahkan masalah-masalah kehidupannya.
2. PIHAK GURU
Dengan dilaksanakannya bimbingan konseling di sekolah dasar diharapkan para guru mampu mencapai :
a). Pengembanga keharmonisan di dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
b). Keselarasan kerja sama dengan para siswa, terutama dengan merekan yang memiliki masalahya pribadi.
c). Kerja sama yang lebih intensif dengan orang tua siswa dan masyarakat luaspada umumnya.

Tujuan bimbingan yang dirumuskan oleh banyak ahli dapat dibedakan, yaitu tujuan bimbingan yang mendasar, umum, teoritis, dan yang lebih kongkret yang merupakan penjabaran dari tujuan yang bersifat umum. Tujuan yang bersifat umum antara lain penemuan diri dan dunianya, perkembangan secara optimal, realisasi diri secara beernilai sebagai individu.
Tujuan bimbingan yang merupakan penjabaran dari tujuan umum telah banyak dirumuskan dalam definisi bimbingan, antara lain bimbingan dinyatakan sebagai bantuan yang dinerikan kepada individu agar individu tersebut adalah :
1) Mengerti dirinya dan lingkungannya.
2) Mampu memilih, memutuskan, dan merencanakan hidupnya secarfa bijaksana baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan dan social pribadi.
3) Memecahkan masalah yang dihadapi secara bijaksana.
4) Mengembangkan kemampuan dan kesanggupannya secara maksimal.
5) Mengelola aktivitas kehidupannya, mangembangkan sudut pandangnya, dan mengambil keputusannya serta mempertanggungjawabkannya.
6) Memahami dan mengarahkan diri dalam bertindak serta bersikap sesuai dengan tututan dan keadaan lingkungannya.
Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar konseling dapat:
1) Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupannya di masa yang akan datang.
2) Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin.
3) Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya;
4) Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk:
1. Mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tugas perkem-bangannya.
2. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya.
3. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut.
4. Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri.
5. Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya, kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat.
6. Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya.
7. Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal.

Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial, belajar (akademik), dan karir.

1. Tujuan bimbingan & konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseling adalah:
1. Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, Sekolah/Madrasah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya.
2. Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing.
3. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah), serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut.
4. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan; baik fisik maupun psikis.
5. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
6. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat
7. Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, tidak melecehkan martabat atau harga dirinya.
8. Memiliki rasa tanggung jawab, yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya.
9. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship), yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau silaturahim dengan sesama manusia.
10. emiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain.
11. emiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif.
2. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah :
1. .Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya.
2. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan.
3. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.
4. Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, mengggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.
5. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas.
6. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.
3.Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah :
1. Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.
2. Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir.
3. Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan norma agama.
4. Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan.
5. Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan kesejahteraan kerja.
6. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.
7. Dapat membentuk pola-pola karir, yaitu kecenderungan arah karir. Apabila seorang konseli bercita-cita menjadi seorang guru, maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut.
8. Mengenal keterampilan, kemampuan dan minat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. Oleh karena itu, maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya, dalam bidang pekerjaan apa dia mampu, dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut.
9. Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir.
Tujuan umum bimbingan dan konseling adalah untuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangandan predisposisi yang dimiliki (Seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya).
Tujuan khusus bimbingan dan konseling merupakan penjabaran tujuan umum tersebut yang dikaitkan secara langsung dengan permasalahan yang dialami oleh individu yang bersangkutan.
Tujuan umum bimbingan dan konseling adalah sesuai dengan tujuan pendidikan, sebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Tahun 2003 (UU No. 20/2003) yaitu terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, yang beriman dan betaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esadan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan Rohani, kepribadia yang mantab dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. (Depdikbud, 2004 :5)
Secara umum layana bimbingan dan konseling adalah membantu siswa mengenal bakat, minat, dan kemampuannya, serta memilih, dan menyesuaikan diri dengan kesempatan pendidikan untuk merencanakan kariryang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat ujuan mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi-sosial, belajar dan karier.

BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi dan tujuan bimbingan konseling mempunyai fungsi-fungsi dan tujuan-tujuan sebagai berikut :
1.Fungsi bimbingan konseling :
Dapat memahami individu, mengembangan individual, membantu individu untuk menyempurnakan cara-cara penyelesaian, penyaluran, pengadaptasian, penyesuaian, dan perbaikan
2.Tujuan bimbingan konseling :
Untuk mengerti dirinya dan lingkungannya, mampu memilih memutuskan, merencanakan hidupnya, memecahkan masalah, mengembangkan kemampuan.
B. Saran
Dari uraian diatas bahwa seorang yang menjadi konselor atau guru BK harus mengerti tujuan BK dan fungsinya, agar tidak terjadi kesalahfahaman dan kekeliruan bimbingan konseling kepada klien.

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Walgito, Bimo. 1986. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Yogyakarta : Yayasan Penerbit Fakultas Psikolog UGM.

Yusuf Gunawan. 1992. Pengantar Bimbingan dan Konseling. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.

Sukardi, Dewa Ketut. 2008. Pengantar PelaksanakanProgram Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta. : Rineka Cipta

Furqan. 2005. Konsep dan Aplikasi Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar. Bandung. Pustaka Bani Quraisy.

Juntika A, Syamsu Yusuf. 2005. Landasan Bimbingan dan Konseling. Jakarta : Remaja Rosdakarya.

Prayitno dan Erman Amri. 1998. Dasar-Dasar Bimbiungan dan Konseling. Jakarta : Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar