Jumat, 18 Desember 2009

patologi - Konsep - Masyarakat - Ideal

PEMBAHASAN

KONSEP MASYARAKAT IDEAL.

A.Devinisi-terminologi

Masyarakat ideal adalah segenap tingkah laku manusia yang di anggap sesuai. Tidak melanggar norma-norma umum dan adat istiadat serta terintegrasi langsung dengan tingkah laku umum. Dan dapat mengorganisasikan dirinya dan berpikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batasan-batasan tertentu.
Pada dasarnya definisi “masyarakat Ideal” ini belum final, belum permanent dan masih debatable. banyak definisi yang berkembang, baik yang di dasari dari pemahaman terminologi bahasanya, historitas munculnya, maupun urgenitas di dalamnya. Sehingga jikalau definisi belum paten, maka tentunya konsepnya pun masih mentah ,dan upaya aplikasinya
Namun sayangnya, sementara opini yang sudah berkembang, begitu meng-emaskan terma dan konsep ini. Masyarakat dunia pun seakan yakin konsep “masyarakat Ideal” adalah solusi kongkrit dari problematika bermasyarakat dan bernegara.
Sedangkan Masyarakat ideal dalam pandangan Al-Qur’an akan tercapai apabila persaudaraan sesama warganya dapat tercipta. Persaudaraan yang dimaksud bukan hanya sebatas antar sesama muslim akan tetapi dengan seluruh warga masyarakat yang boleh jadi sangat plural. Maka sikap terbuka dan toleran menjadi sebuah keniscayaan. Sebuah ungkapan yang populer namun sering mendapat pemaknaan yang keliru adalah ukhuwah Islâmiyyah. Ungkapan ini sering dipahami sebagai “persaudaraan antar sesama muslim”. Hal ini jelas tidak sesuai dengan Al-Qur’an. Persaudaraan yang diajarkan oleh Al-Qur’an tidak sebatas sesama muslim, namun juga ukhuwah ‘ubudiyyah (persaudaraan dalam ketundukan kepada Allah), ukhuwah insāniyyah/basyariyyah (persaudaraan antar sesama manusia), ukhuwah wathaniyyah wa al-nasab (persaudaraan sebangsa dan seketurunan) dan ukhuwah fī dīn al-Islām (persaudaraan antar sesama).
Agar tercipta suatu masyarakat yang ideal ialah yang terpenting adalah peranan dari pemerintah langsung dan partisipasi masyarakat itu sendiri sehingga terciptanya suatu konsep masyarakat ideal.

Di dalam konsep ini partisipasi pemerintah dan masyarakat juga penting, pemerintah punya peranan membangun masyarakat dan ditunjukkan untuk masyarakat,tetapi sebagai mitode pembangunan masyarakat mempunyai karakteristik tersendiri.pengembangan masyarakat tidak saja bermaksud membina hubungan dan kehidupan setiap orang untuk hidup bermasyarakat. Suatu masyarakat bisa kehilangan kekuataannya jika masyarakat itu mengalami community disorganization.untuk mengatasi hal itu community divelopmant atau pembangunan masyarakat di lancarkan. Community divelopmant menjadi lebih penting lagi jika di ingat bahwa masyarakat atau community perlu di persiapkan untuk memasuki bentuk masyarakat yang di sebut socity, sehingga ke dua bentuk ideal tersebut merupakan sebuah continuum.
Sesungguhnya, peranan pemerintah dalam pembangunan masyarakat amat luas, mulai dari hal yang bersifat pelayanan operasional sampai pada yang bersifat edeologi dan spiritual. Namun demikian dalam tulisan ini peranan perintah dibatasi pada hal-hal yang strategis.

B. Unsur-Unsur Masyarakat Ideal
1.Pemerintah
Sesungguhnya, peranan pemerintah dalam pembangunan masyarakat amat luas, mulai dari hal yang bersifat pelayanan operasional sampai pada yang bersifat edeologi dan spiritual. Namun demikian dalam tulisan ini peranan perintah dibatasi pada hal-hal yang strategis.
Secara kumulatif, indikator keberhasilan pembangunan masyarakat adalah sebagai berikut:
a. Sejauh mana kondisi dan taraf hidup masyarakat berhasil di perbaiki dan di tingkatkan.
b. Sejauh mana partisipasi masyarakat dalam pembangunan desanya berhasil di gerakan.
c. Sejauh mana kemampuan masyarakat untuk berkembang secara mandiri berhasil di tumbuhkan.
Dengan dan melalui kemampuan administratifnya, pemerintah dapat melakukan berbagai hal dalam rangka mewujudkan hasil pembangunan desa. Dimana perlu pemerintah mengambil prakarsa terlebih dahulu.untuk menggerakkan partisipasi masyarakat desa, pemerintah dapat menyesuaikan programnya dengan kebutuhan nyata ( felt need) masyarakat desa, menyesuaikan cara pelaksanaan pembangunan desa dengan kondisi psikologi, ekonomi dan sosial.

2. Masyarakat
Dalam pembangunan masyarakat yaitu memperbaiki kondisi ekonomi, sosial dan kebudayaan masyarakat, mengintegrasikan kehidupan masyarakat-masyarakat itu ke dalam kehidupan bangsa, dan memampukan mereka untuk memberi sumbangan sepenuhnya bagi kemajuan nasional. Pembangunan masyarakat adalah suatu proses di mana masyarakat membahas dan merumuskan kebutuhan mereka, merencanakan usaha sepenuhnya, dan melaksanakan rencana sebaik-baiknya.
C. Syarat-Syarat Masyarakat Ideal
1. Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat.
2. Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok.
3. Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan; dengan kata lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial.
4. Adanya hak, kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan.
5. Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan.
6. Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi, hukum, dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial.
7. Adanya jaminan, kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur, terbuka dan terpercaya.
Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat Ideal hanya akan berhenti pada jargon. Masyarakat ideal akan terjerumus pada masyarakat “sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak azasi manusia. Dengan kata lain, ada beberapa rambu-rambu yang perlu diwaspadai dalam proses mewujudkan masyarakat ideal.
D. Kebalikan
Patologi adalah kebalikan dari masyarakat ideal iala segenap tingkah laku manusia yang di anggap tidak sesuai. melanggar norma-norma umum dan adat istiadat serta tidak terintegrasi langsung dengan tingkah laku umum. Dan tidak dapat mengorganisasikan dirinya dan berpikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batasan-batasan tertentu.

KESIMPULAN
Untuk mewujudkan masyarakat ideal dan agar terciptanya kesejahteraan umat/ masyarakat maka kita sebagai generasi penerus supaya dapat membuat suatu perubahan yang signifikan. Selain itu, kita juga harus dapat menyesuaikan diri dengan apa yang sedang terjadi di masyarakat sekarang ini. Agar di dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak ketinggalan berita.
Selain memahami apa itu masyarakat ideal kita juga harus melihat pada potensi manusia yang ada di masyarakat, khususnya di Indonesia. Potensi yang ada di dalam diri manusia sangat mendukung kita untuk mewujudkan masyarakat ideal. Karena semakin besar potensi yang dimiliki oleh seseorang dalam membangun masyarakat ideal maka akan semakin baik pula hasilnya. Begitu pula sebaliknya, apabila seseorang memiliki potensi yang kurang di dalam membangun agamanya maka hasilnya pun tidak akan memuaskan. Oleh karena itu, marilah kita berlomba-lomba dalam meningkatkan potensi diri melalui latihan-latihan spiritual dan praktek-praktek di masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar