Jumat, 18 Desember 2009

Menulis - Karya - Ilmiyah

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menulis karya ilmiah merupakan bagian dari kehidupan akademis di sekolahan maupun di kuliahan, dan itu akan selalu di butuhkan oleh setiap pelajar mulai dari bangku kelas bawah sampai bangku kelas atas. Penulisan makalah ini sebagai salah satu bentuk karya tulis ilmiah yang memang sudah disosialisasikan bahkan sejak di bangku sekolah dasar lewat.tugas-tugas seperti misalnya membuat kliping. Bagi sebagian besar, tugas menulis karya ilmiah itu, baik dalam bentuk makalah maupun skripsi, tampaknya menjadi tugas yang sangat berat, oleh karena itu dalam penulisan makalah ini perlu kita pahami bahwa menulis ilmiah itu bukan sembarang asal nulis, tapi dalam menulis ilmiah itu ada cara-cara, metode-metode atau langkah-langkah yang perlu kita susun secara urut. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam penulisan makalah ini, penulis akan menguraikan bagaimana cara menulis ilmiah itu dengan dengan baik dan benar, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan menulis karya ilmiah itu !
2. Bagaimana cara menulis karya ilmiah itu dengan baik dan benar !

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa arti menulis karya ilmiah itu.
2. Untuk mengetahui Bagaimana cara menulis karya ilmiah itu dengan baik dan benar.

BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Menulis Karya Ilmiah
Karya Ilmiah adalah sarana komunikasi antara ilmu dan masyarakat (baca: orang awam). Sudah menjadi budaya, jurnal ilmiah ditulis dengan bahasa ilmiah untuk kalangan elit yaitu para ilmuwan yang memahami topiknya. Kalau sudah begitu jadinya, maka ilmu hanya menjadi milik ilmuwan, bukan milik masyarakat. Padahal peran utama iptek adalah untuk kemashlahatan penduduk bumi: semua makhluk hidup. Disinilah peran jurnalismus, menjadi PR iptek, menjadi sarana komunikasi antara ilmu dan masyarakat!
Karya ilmiah yang baik bukan berarti menulis hasil penelitian dengan lengkap. Prinsip utamanya adalah mencari sudut pandang yang unik dan cerdas, serta menggugah rasa ingin tahu pembaca awam. Sebetulnya menulis ilmiah itu mudah. Berbeda dengan menulis cerpen atau non-fiksi yang memerlukan keratifitas dan imajinasi tinggi. Dalam penulisan non-fiksi yang terpenting anda mengumpulkan fakta-fakta, menyeleksinya, menetapkan fokus dan meramu story. Beberapa tips yang dapat membantu dalam meramu karya ilmiah bisa anda ikuti dalam tulisan ini.

B. Cara Menulis Ilmiah Dengan Baik Dan Benar.
a. Menyusun setrategi sebelum menulis
Think twice before writing, kata Ken Golstein penulis dari Columbia School of Journalism sebelum mulai menulis ilmiah ini, dan sebelum masuk kepada dramaturgi, sistematik tulisan, detail, setidaknya kita harus memikirkan strategi sebagai berikut:
1. Kepada siapa disajikan tulisan ini?
2. Media apa yang di pilih (internet, televisi, koran, majalah, radio, dsb)
3. Gaya penulisan apa yang paling tepat?
4. Kira-kira berapa lama pembaca meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini?
Empat point diatas sebetulnya teknik dasar jenis tulisan apapun untuk ilmiah, menulis ilmiah sama dengan menterjemahkan ilmu yang sulit ke dalam bahasa yang dimengerti secara umum. Tidak semua orang memahami ilmu yang kita tulis, apalagi dengan banyaknya cabang ilmu pengetahuan. Spesialisasi ini menyebabkan seorang ahli paham di bidangnya tapi tidak paham dengan bidang lain.
b. Yang harus diperhatikan dalam mrnulis ilmiah :
Dalam pengantar, paling tidak harus menuliskan :
a. Sifat, skop (ruang-lingkup), dan tujuan penelitian
b. Tinjauan pustaka yang relevan dengan permasalahan
c. Para penelitian
d. hasil utama penelitian (ditambahkan setelah penelitian selesai) dan manfaat penelitian.
c. Bahan dan cara, yang harus disertakan :
a. Sampel, jumlah sampel, dan karakteristiknya (misalnya: umur, jenis kelamin, dll)
b. Keterbatasan pengambilan sampel (kalo ada tentunya)
c. Uraian prosedur detail penelitian (ini bermanfaat supaya penelitian bisa diulang oleh peneliti lain).
d. Dalam hasil, yang harus dituliskan :
a. Karakteristik sample.
b. Pemaparan hasil (harus menggunakan variabel-variabel yang digunakan sebagai alat untuk menjawab permasalahan penelitian).
e. Pembahasan harus meliputi :
a. Tinjauan penemuan-penemuan penting penelitian.
b. Pertimbangan penemuan-penemuan dalam kaitannya dengan penelitian terdahulu yang relevan.
c. Implikasi penemuan terhadap teori.
d. Pemeriksaan yang hati-hati terhadap hasil yang tidak mendukung atau hanya sebagian yang mendukung hipotesis.
e. Keterbatasan-keterbatasan studi yang mungkin berakibat pada kesimpulan dan generalisasi studi.
f. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.
g. Implikasi studi untuk praktisi atau studi terapan (opsional aja, tidak harus).
f. Kesimpulan harus memberi gambaran :
a. Menyatakan kembali tesis secara singkat.
b. Meringkas interpreatasi hasil dan membahasnya dalam konteks teoritis yang lebih luas.
c. Pendek dan langsung ke sasaran.
d. Menjelaskan manfaat khusus dan umum hasil studi.
e. Menuju ke kata-kata penutup (jadi jangan sampe bikin kata-kata yang malah membuka kembali pembahasan).
g. Dalam abstraksi (ikhtisar atau ringkasan) yang harus ditulis adalah :
a. Problem penelitian.
b. Subjek penelitian.
c. Metode dan prosedur penelitian (kalo menuliskan dalam bahasa Inggris, dibuat dalam past tense).
d. Hasil penelitian.
e. Kesimpulan dan implikasi studi (kalo menuliskannya dalam bahasa Inggris, pastikan dibuat dalam Present tense). Tambahan, untuk desertasi panjangnya 150 kata.
h. Judul tulisan harus :
a. Memuat kata-kata kunci penting yang mewakili isi tulisan (contoh: “Tuberkulosis pada masyarakat Indian kuno: Analisi DNA”. Tapi judul juga jangan terlalu panjang; misalnya “Seks bebas di kalangan anak-anak remaja di Jakarta dan pengaruhnya terhadap konsentrasi siswa, mata pelajaran, kenaikan kelas, dan kehidupan bergama” judul itu bisa diperpendek menjadi “Seks bebas di kalangan remaja Jakarta dan pengaruhnya terhadap prestasi akademik dan kehidupan beragama”.
b. Lepas dari kata-kata berulang yang tidak menyumbangkan makna isi penelitian.
c. Mengandung sebanyak-banyaknya 12-15 kata kunci yang merupakan rangkuman ide utama.
i. Dalam ucapan terima kasih, yang harus dituliskan :
a. Pihak-pihak yang membantu penelitian dalam hal: penyediaan daftar pustaka, organisasi ide dan penulisan, penyediaan bahan dan alat, dan proses penelitian itu sendiri (bisa individu, institusi, atau organisasi). Juga, sebagai yang pertama dan utama, adalah kepada Allah Swt. yang telah memberikan kemudahan kita dalam membuat penelitian tersebut. Sumber dana penelitian: nama/jenis dana, nomor (bila ada), dan tahun penerimaan dana.
j. Aturan penulisan efektif pada tingkat kalimat :
a. Tunjukkan tindakan penting dengan kata kerja, bukan kata benda.
b. Letakkan pelaku sebagai subjek dari kata kerjanya.
c. Letakkan informasi yang lebih singkat sebelum informasi yang panjang dan kompleks.
d. Letakkan infromasi yang udah akrab dan berulang pada awal kalimat.
e. Letakkan pula informasi baru dan tidak terduga pada akhir kalimat
f. Desain tali topik kalimat supaya membentuk pandangan yang koheren (saling berhubungan) dan konsisten.
k. Penulisan efktif dalam paragraph :
a. Membuat semacam desain issue (pokok persoalan) yang jelas pada bagian akhir di mana kamu memperkenalkan tali-temali tema, istilah kerennya thematic strings.
b. Membuat Rumusan maksud-maksud kalimat (point sentence) yang tepat untuk setiap unit tulisan (discourse).
c. Membiasakan untuk memperlihatkan maksud paragraf (paragraph point) di bagian akhir pokok bahasan (pada awal paragraf), dan jangan terlalu sering memaparkannya di bagian akhir diskusi (di akir paragraf).
l. Untuk daftar pustaka yang harus di tuliskan (catatan: penulisan ditulis berurutan) :
a. Sistem Harvard: nama pengarang, tahun di dalam tanda kurung, judul karangan, nama jurnal dan volume/nomor, sertakan nomor halaman, (plus, nama penerbit dan kota di mana diterbitkan bila sumbernya buku).
b.Sistem Vancouver: nama pengarang, judul karangan, nam jurnal, tahun tanpa tanda kurung, volume/nomor, dan nomor halaman jurnal, (plus, nama penerbit dan kota di mana diterbitkan bila sumbernya buku).
c. Sistem alfabetik: nama pengarang, judul karangan, nama jurnal, volume/nomor, dan nomor halaman jurnal, tahun tanpa tanda kurung, (juga penerbit dan kota di mana diterbitkan jika sumbernya buku).
m. Tabel yang harus dibuat :
a. Judul table.
b. Nomor tabel .
c. Diletakkan setelah disebut dalam teks.
d. Harus disebut di dalam teks.
e. Format tabel yang satu dengan yang lain harus konsisten.
f. Satuan harus disebutkan.
g. Singkatan harus diterangkan kepanjangannya dalam catatan di bawah table.
h. Judul lajur dan baris harus mewakili variabel yang diukur pada lajur dan baris.
i. Bilangan desimal dari atas ke bawah harus konsisten (jika dua angka di belakang koma, semuanya sama).
n. Untuk gambar/grafik, perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a. Nomor dan judul gambar harus ada.
b. Sumbu vertikal dan horisontal pada grafik kudu diberi nama.
c. Satuan ukuran pada masing-masing sumbu harus dicantumkan.
d. Keterangan gambar dibuat seringkas mungkin, sedangkan penjelasan lengkap dijelaskan di dalam teks.
e. Diletakkan segera setelah disebut dalam teks.
f. Harus disebut dalam teks.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam menempuh jenjang akademik lebih tinggi akan kita dapatkan juga hal-hal yang menyulitkan. Tapi dalam menulis ilmiah itu tetap menyenangkan. Jadi, tidak ada salahnya jika kita pelajari jenis tulisan ini. Meski tentu dalam tip singkat seperti yang kami tulis ini. Kalau pengen lebih jelas dalam masalah penulisan karya ilmiah ini, silakan baca buku yang khusus membahas tentang penulisan karya ilmiah secara lengkap.
Setelah penulis berusaha menguraikan masalah dalam setiap babnya penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa :
Dalam menulis ilmiah harus tahu cara menulis dengan baik dan benar.
Dalam menulis ilmiah banyak sekali hal-hal yang perlu kita ketahui dan banyak juga yang belum kita ketahui..
Dalam menulis ilmiah itu tidak gampang, perlu belajar lebih dalam.
Sebelum menulis ilmiah sebaiknya mengerti dulu tentang ilmunya.


B.Saran
Dalam karya tulis ini penulis berkeinginan memberikan saran kepada pembaca dalam pembuatan karya tulis ini penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan – kekurangan baik dari bentuk maupun isinya
- Penulis menyarankan kepada pembaca agar ikut peduli dalam mengetahui sejauh mana pembaca mempelajari tentang menulis ilmiah karena penulisan ini hanya saya buat sendiri tanpa buku refrensi, dan ini saya peroleh dari buku catatan.
- Semoga dengan karya tulis ini para pembaca dapat menambah cakrawala ilmu pengetahuan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar