Jumat, 18 Desember 2009

Kegagalan - Sains - dan Teknologi - di Barat - IAD, IBD, ISD

Nama: Mohd. Hishyamuddin Bin Kassim.
No. NIM: C41208113.
Mata Kuliah: IAD, IBD, ISD ( Ujian Tengah Semester ).

KEGAGALAN SAINS DAN TEKNOLOGI BARAT DALAM PERADABAN DUNIA

Pada awal abad 21 ini, banyak terjadi peristiwa-peristiwa revolusioner, spektakuler dan dramatis yang akan merubah wajah dunia menda¬tang. Peristiwa-peristiwa revolusioner ini telah menggemparkan umat manusia baik dalam bidang sosial, budaya, politik, ekonomi, militer, pen¬didikan, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, agama dan lainnya. Semua ini terjadi seakan-akan telah bermulanya zaman baru dalam sejarah peradaban manusia di muka bumi ini.

Zaman baru politik dunia ditandai dengan mulai terjadinya rentetan beberapa peristiwa yang telah menggemparkan dunia. Salah satunya ialah keruntuhan Uni Soviet yang secara drastis telah menghilangkan taringnya sebagai Super Power, sekaligus meninggalkan konflik berpanjangan terhadap bekas negara-negara sekutunya yang telah merdeka. Kesan yang paling ketara adalah berakhirnya perang dingin yang berpanjangan antara blok Barat dan blok Timur yang selama ini menghantui dunia dan telah menimbulkan berbagai bentuk krisis. Kemungkinan perang nuklear yang menakutkan dunia tidak mungkin akan terjadi, karena pada hakikatnya kini Rusia sebagai pewaris persenjataan Uni Soviet telah bertekuk lutut pada kekuatan Barat dan mengikuti segala perintahnya.

Amerika dan sekutu-sekutu Baratnya telah merayakan kemenangan yang mereka nantikan selama ini. Penantian panjang mereka telah berakhir dengan kemenangan yang akan menobatkan mereka sebagai pengontrol dunia. Bersamaan dengan itu, Amerika pun memproklamasikan dirinya sebagai satu-satunya Super Power dunia sekaligus sebagai polisi dunia dengan mengemukakan konsep "The New World Order" (Orde Baru Dunia ) yang dicita-citakannya. Dengan konsep Orde Baru Dunianya ini, Amerika dan sekutu-sekutu Baratnya dapat melaksanakan segala keinginannya dengan mengatasnamakan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pergeseran kekuasaan dunia dengan runtuhnya Uni Soviet dan menjadikan Amerika sebagai satu-satunya Super Power ternyata tidak mendatangkan kebaikan kepada dunia. Hal ini karena Amerika dan sekutu-sekutu Baratnya dapat berbuat semaunya dengan menunggangi badan-badan dunia yang telah dikontrolnya. Mereka dapat mendektekan segala kemauannya tanpa ada yang dapat menentangnya. Dengan kecanggihan teknologi militer yang dimilikinya, Amerika dapat menggertak negara-negara yang menentangnya. Demikian pula halnya Barat telah memaksakan nilai-nilai hidup mereka yang sekuleristik kepada bangsa-bangsa lain dengan mengatasnamakan kepentingan sedunia.

Di sebalik kemenangan politiknya, kini Barat mengalami krisis sosial dan ekonomi yang sangat parah. Hal ini diakibatkan terutama oleh kemerosotan sumber daya manusia mereka. Kualitas manusia-manusia Barat masa kini bukanlah seperti kualitas nenek moyang mereka yang gigih dan rajin sehingga mereka sanggup menjelajah dunia untuk menjajahnya. Namun manusia Barat kini adalah manusia pemalas yang penuh dengan krisis dan dilema. Mereka ingin mendapatkan hasil yang maksimal dengan kerja yang minimal, sehingga waktu dihabiskan dengan berfoya-foya.

Keadaan ekonomi dunia yang tidak menentu ini juga telah membawa pengaruh terhadap perkembangan sosio-politik dunia. Negara-negara maju seperti Amerika dan negara-negara Barat lainnya yang terbiasa dengan keadaan ekonomi yang mapan dan stabil, kini mulai gelisah. Apalagi tindakan Amerika yang menjadikan dirinya sebagai polisi dunia telah memaksanya untuk mengeluarkan dana besar untuk membantu sekutu-sekutunya. Dalam hal ini Perang Teluk yang memakan biaya ratusan milyar dolar adalah contoh nyata. Akibatnya Amerika perlu mencari sumber-sumber dana lain di tengah-tengah krisis ekonomi yang dialaminya. Jalan pintas yang dilakukannya adalah dengan menjual teknologi yang dimilikinya, terutamanya teknologi persenjataan moden yang memang sangat diminati oleh rezim-rezim diktator yang ingin mempertahankan kekuasaannya ataupun kepada para pemberontak.

Pada abad 21 ini juga, penderitaan umat manusia bertambah parah, baik di negara-negara maju maupun di negara yang sedang membangun dan terbelakang. Peperangan demi peperangan yang meletus di beberapa bagian dunia telah menambah penderitaan masyarakatnya. Peperangan yang dipaksakan di Bosnia adalah sebuah contoh nyata. Pasukan Serbia dengan kekuatan militer canggih yang diwarisinya dari bekas negara Yugoslavia telah berlaku sewenang-wenang menghapuskan etnis Muslim Bosnia yang tidak memiliki kelengkapan militer. Mereka telah membunuh Muslim Bosnia, tanpa memperdulikan lelaki, wanita, orang tua ataupun anak-anak. Mereka telah memperkosa beramai-ramai wanita-wanita Bosnia sebagai salah satu strategi peperangan. Di Bosnia, kelihatan dengan jelas kekejaman manusia di abad moden yang dilakukan oleh mereka yang mengaku dirinya memiliki peradaban. Namun anehnya, negara-negara maju hanya memperhatikan saja pembantaian Muslim Bosnia. Mereka tidak melakukan pembelaan sebagaimana mereka membela Kuwait ketika perang Teluk.

Walau bagaimanapun, perlumbaan dalam menciptakan sains-teknologi moden yang canggih telah mewarnai kehidupan dunia masa kini. Para saintis dan teknologi berlumba menghasilkan penemuan-penemuan yang memudahkan kehidupan manusia. Namun di antara itu telah muncul pula teknologi yang mengerikan manusia, terutama teknologi persenjataan. Negara-negara maju telah berlumba dengan penuh kegilaan untuk menghasilkan secanggih-canggihnya senjata pemusnah kehidupan manusia dan lingkungan hidup. Kemudian mereka memasarkannya kepada negara-negara lain, yang akhirnya akan memusnahkan kehidupan manusia. Laporan-laporan terkini yang menginformasikan tentang kecanggihan senjata pemusnah ini mendirikan bulu roma setiap orang. Bagaimana tidak, hanya dengan beberapa gram nuklear, dunia dapat hancur berkeping-kepingan. Demikian pula telah banyak muncul ilmu yang bertentangan dengan moral manusia.

Hasilnya, keadaan dunia pada abad 21 ini telah melahirkan kebimbangan, kecemasan dan ketakutan setiap orang yang memiliki hati nurani dan mencintai keadilan. Tanda-tanda kehancuran dunia semakin nyata baik di laut, darat dan udara, misalnya dengan terkikisnya lapisan ozon, meningkatnya suhu bumi, semakin tingginya air laut, semakin tercemarnya udara dan air, semakin turunnya kualitas lingkungan, semakin liarnya perilaku manusia, semakin seringnya terjadi bencana alam dan peristiwa-peristiwa menakutkan lainnya. Jika keadaan seperti ini dibiarkan terus berlaku, maka tidak diragukan lagi bahwa dunia sedang menuju jurang kehancuran global yang akan memusnahkan semua kehidupan di alam raya ini.

Maka keadaan dunia yang sedang porak poranda ini perlu segera ditata kembali menjadi dunia yang harmonis penuh dengan kedamaian, keadilan dan kemakmuran. Untuk tujuan itu perlu dicari alternatif dengan menerapkan sistem universal yang sesuai untuk menata kembali masyarakat modern menjadi masyarakat ideal. Hal ini karena pada hakikatnya, dinamika sebuah masyarakat ditentukan oleh sistem yang menatanya. Jika sistem yang diterapkannya unggul, maka akan lahirlah masyarakat unggul dan sebaliknya, jika sistemnya sesat dan palsu, maka akan lahirlah masyarakat perusak diri dan lingkungannya.

Kesimpulannya, sistem hidup yang selama ini berkembang, baik di Timur yang beraliran Sosialisme-Marxisme ataupun di Barat yang Liberalisme-Kapitalisme telah mengalami kegagalan demi kegagalan yang telah menghantarkan dunia seperti keadaannya saat ini. Dunia baru sangat memerlukan sistem hidup baru. Sistem yang akan menghantarkan dunia menuju era baru, era yang penuh dengan keadilan, kedamaian dan kemakmuran yang senantiasa menjadi cita-cita umat manusia. Semua sistem manusiawi yang diterapkan pada saat ini, tidak diragukan telah mengancam peradaban manusia di muka bumi ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar