Minggu, 06 Desember 2009

Pengertian -Toriqat - Tasawwuf - dan Hubungan Keduanya

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG
Para sufi lebih sering menamakan Zat Allah sebagai Al-Haqq atau Haqiqah atau zat yang nyata ( Reality). Yakni realitas mutlak yang dihayatinya. Hanya saja mata manusia tidak akan bias menangkap cahaya Tuhan lantaran terlalu terang. Maka yang bisa menangkap dan menghayati zat Tuhan dan alam gaib adalah kalbu (mata hati), yakni jiwa manusia.
Oleh karena itu jalan yang harus ditempuhnya adalah meditasi konsentrasi didalam dzikir pada Allah. Dalam tasawuf jalan menuju Tuhan ini mereka namakan Thariqah.
Dalam makalah ini akan dibahas tentang Tariqat dan hubungan tariqat dengan tasawuf.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Pengertian Tariqat
2. Hubungan Tariqat dengan Tasawuf
1.3 TUJUAN

1. Untuk mengetahui pengertian dari tariqat
2. Untuk mengetahui hubungan tariqat dengan tasawuf.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tariqat

Istilah tariqat berasal dari kata At-tariq (jalan) menuju kepada hakikat atau dengan kata lain pengamalan syariat, yang disebut “Al-Jara” atau “Al-Amal”, sehingga Ass-Syekh Muhammad Amin Al-Kurdiy mengemukakan tiga macam definisi, yang berturut-turut disebutkan :

الطريقة هي العمل بلشريعة والاخد بعزائمها والبعد عن التساهل فيما لا ينبغى التساهل فيه

Artinya : “Tariqat adalah pengamalan syariat , melaksanakan beban ibadah (dengan tekun ) dan menjauhkan diri (diri) dari (sikap) mempermudah ibadah, yang sebenarnya memang tidak boleh dipermudah .”

الطريقة هى اجتناب المنهيان ظا هرا وبا طنا وامتثال الا وامر الا لهية بقد ر الطاقة

Artinya : “ Tariqat adalah menjauhi larangan dan melakukan perintah Tuhan sesuai dengan kesanggupannya , baik larangan dan perintah yang nyata maupun tidak (batin).”

الطريقة هي اجتناب المحرمات والمكروهات وفضول المباحات واداء الفرائض فما استطاع من النوا فل تحت رعاية عارف من اهل النهاية
Artinya : “ Tariqat adalah meninggalkan hal-hal yang mudah (yang sifatnya mengandung) fadilah , menunaikan hal-hal yang diwajibkan dan yang disunatkan , sesuai dengan kesanggupan (pelaksanaan) di bawah bimbingan seorang arif (Syekh) dari (Sufi) yang mencita-citakan suatu tujuan.”

Selanjutnya istilah tariqat lebih banyak digunakan para ahli tasawuf.Mustafa Zahri mengatakan Tariqat adalah jalan atau petunjuk dalam melakukan sesuatu ibadah sesuai dengan ajaran yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan dikerjakan oleh sahabat-sahabatnya, tabi’in dan tabi’it tabi’in turun temurun sampai kepada guru-guru secara berantai sampai pada masa sekarang. Lebih khhusus lagi tariqat di kalangan sufiyah bearti system dalam rangka mengadakan latihan jiwa , membersihkan diri dari sifat-sifat yang tercela dan mengisinya dengan sifat-sifat terpuji dan memperbanyak zikir dengan penuh ikhlas semata-mata untuk mengharapkan bertemu dengan dan bersatu secara rohanniah dengan Allah S.W.T . Jalan dalam tariqat itu antara lain terus menerus berada dalam zikir atai ingat terus kepada Tuhan , dan terus-menerus menghindarkan diri dari sesuatu yang melupakan Tuhan.

2.2 Hubungan Tariqat dengan Tasawuf
Didalam ilmu tasawuf, istilah tariqat itu tidak saja ditujukan pada aturan dan cara-cara tertentu yang digunakan oleh seorang syekh tariqat dan bukan pula terhadap kelompok yang menjadi pengikut salah seorang syekh tariqa, tetapi meliputi segala aspek ajaran yang ada didalam agama Islam, seperti shalat, puasa, zakat, haji dan sebagainya, yang semuanya itu merupakan jalan atau cara mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam tariqat yang sudah melembaga itu tercakup semua aspek ajaran Islam, seperti shalat, zakat, puasa, zihad, haji dan lain-lain, ditambah pengamalan serta seorang syekh. Akan tetapi, semua itu memerlukan tuntunan dan bimbingan seorang syekh melalui bai’at.
Sebagaimana telah diketahui bahwa tasawuf itu secara umum adalah usaha mendekatkan diri kepada Allah dengan sedekat mungkin, melalui penyesuaian rohani dan memperbanyak ibadah. Usaha mendekatkan diri ini biasanya dilakukan dibawah bimbingan seorang guru atau syekh. Ajaran-ajaran tasawuf yang harus ditempuh untuk mendekatkan diri itu kepada Allah merupakan hakikat tariqat yang sebenarnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tasawuf adalah usaha mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan tariqat itu adalah cara dan jalan yang ditempuh seseorang dalam usahanya mendekatkan diri kepada Allah. Gambaran ini menunjukkan bahwa tariqat adalah tasawuf yang telah berkembang dengan beberapa variasi tertentu, sesuai dengan spesifikasi yang diberikan guru kepada muridnya.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Istilah tariqat berasal dari kata At-tariq (jalan) menuju kepada hakikat atau dengan kata lain pengamalan syariat. Sedangkan hubungan tariqat dengan tasawuf adalah Sebagaimana telah diketahui bahwa tasawuf itu secara umum adalah usaha mendekatkan diri kepada Allah dengan sedekat mungkin, melalui penyesuaian rohani dan memperbanyak ibadah. Ajaran-ajaran tasawuf yang harus ditempuh untuk mendekatkan diri itu kepada Allah merupakan hakikat tariqat yang sebenarnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tasawuf adalah usaha mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan tariqat itu adalah cara dan jalan yang ditempuh seseorang dalam usahanya mendekatkan diri kepada Allah.

3.2 SARAN

Semua amalan tarekat yang dilakukan adalah petunjuk yang diterima oleh Guru yang menerima dari Ulama-Ulama,Ulama-ulama melalui Tabien-tabien,Tabien-tabien melalui Nabi Muhammad saw,Nabi Muhammad saw menerima dari Jibril dan Jibril dari Allah swt.
Demikianlah,pula shufiyah membuat sesuatu sistem tarekat mengadakan latihan-latihan jiwa,dari sifat-sifat terpuji /mahmudah memperbanyakan zikir dengan penuh ikhlas semata-mata untuk memperolehi keadaan “tajalli” yakni bertemu dengan Tuhannya sebagai bahagian terakhir dan terbesar.






DAFTAR PUSTAKA

- Akhlak Tasawuf , Prof. Dr. H. Abuddin Nata , M.A , Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada , 2006
- Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Sumatra Utara, Pengantar ilmu Tasawuf, 1981/1982, hal 273
- Akhlak Tasawuf , Drs.H.A.Mustofa ; Editor ; Drs.Maman Abd. Djaliel. Cetakan V ,Ed.Rev. Bandung :Pustaka Setia ,1997
- Al-Hikmah Memahami Teosofi Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, DR.H. Kharisudin Aqib, M.Ag
- Ilmu Tasawuf, Drs. Rosihon Anwar, M.Ag, Drs. Mukhtar Solihin, M.Ag

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar