Jumat, 18 Desember 2009

Perkembangan dan Kepribadian - Psikologi

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi individu, baik sebelum maupun setelah kelahiran berikut kematangan perilaku J.P. Chaplin, 1979) psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari karakteristik setiap fase-fase perkembangan. Dalam penulisan makalah ini untuk mengetahui karakteristik perkembangan fase remaja, hal-hal apa saja yang mempengaruhi psikologi perkembangan pada fase remaja.
Dewasa ini psikologi sangat dibutuhkan dalam setiap manusia khususnya bagi seorang pelajar (ABG) maupun pada orang dewasa. oleh karena itu khususnya bagi psikolog haruslah tau apa arti dari perkembangan dan kepribadian itu, agar dalam memberikan solusi kepada klien bisa menempatkan pada sasaran yang sesuai, karena, dalam perkembangan dan kepribadian pada setiap manusia merupakan bantuan untuk memberikan kepada siswa dalam menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan yang lebih baik. Pemberian bantuan ini dapat dilakukan dengan melalui berbagai cara, salah satu bahan yang bisa dipakai, misalnya diberikan kesempatan untuk membaca dan menelaah sebuah buku tentang sopan santun, cara belajar efektif, tata tertib dan sebagainya. Psikologi juga memiliki sebutan yang beragam dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Psikologi ini tujuannya agar para siswa dapat mewujudkan diri sebagai pribadi yang mandiri, bertanggungjawab, pelajar kreatif, dan pekerja produktif dan dapat menerapkan perkembangan yang terjadi pada kepribadian seseorang.
Oleh karena itu agar lebih jelas tentang memahami perkembangan dan kepribadian pada seseorang, maka kami akan mengulas lebih lanjut tentang perkembangan dan kepribadian pada seseorang tersebut.


B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka pertmasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Apa arti dari psikologi perkembangan?
2. Apa arti dari psikologi kepribadian?
3. Faktor apa saja yang menjadikan psikologi perkembangan dan kepribadian?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa arti dari psikologi perkembangan.
2. Untuk mengetahui apa arti dari psikologi kepribadian.
3. Untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadikan psikologi perkembangan dan kepribadian.

BAB II
PERKEMBANGAN DAN KEPRIBADIAN

1. PERKEMBANGAN
a) Pengertian Perkembangan
Obyek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagai pribadi. Para ahli psikologi juga tertarik akan masalah seberapa jauhkah perkembangan manusia tadi dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat (Van den Berg, 1986; Muchow, 1962).namun perhatian psikologi perkembangan yang utama tertuju pada perkembangan manusianya sebagai person, dan masyarakat merupakan tempat berkembangnya person tadi.
Pengertian perkembangan menunjuk pada suatu proses kearah yang lebih baik atau sempurna dan tidak begitu saja dapat di ulang lagi. Perkembangan menunjuk ada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat di putar kembali (Werner, 1969).
Perkembangan juga berkaitan daengan belajar khususnya mengenai isi proses perkembangan, apa yang berkembang berkaitan dengan perilaku belajar. Dengan demikian perkembangan dapat diartikan sebagai proses yang kekal dan tetap yang menuju kea rah suatu organisasi pada tingkat intergrasi yang lebih tinggi, berdasarkan pertumbuhan, pemasakan dan belajar. Suatu devinisi yang relevan yang dikemukakan oleh Monks sebagai berikut : Perkembangan psikologis merupakan suatu proses yang dinamis. Dalam proses tersebut sifat individu dan sifat lingkungan menentukan tingkah laku apa yang akan menjadi actual dan terwujud.
Contoh Perkembangan :
1. Tingginya badan pada diri seseorang.
2. Berkembangnya daya pikir seseorang, yaitu dari masa kanak-kanak menjadi dewasa.
3. berkembangnya teknologi-teknologi canggihdi seluruh dunia.
Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957) sebagai berikut : Perkembangan sejalan dengan prinsip ortho genetic, bahwa perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai ke keadaan dimanadiferensiasi, artikulasi, dan integrasi, meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi itu diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak, bahawa dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.
Pada anak prasekolah dan taman kanak-kanak tampak adanya diskontinuitas, sedang pada kelompok umur yang lebih tinggi sampai dengan mahasiswa menunjukkan kontinuitas.
Menurut Nagel (1957) Perkembangan merupakan pengertian dimana terdapat struktur yang terorganisasikan dan mempunyai fungs-fungsi tertentu, o;eh karena itu bilamana terjadi perubahan struktur baik dalam organisasi maupun da;am bentuk, akan mengakibatkan perubahan fungsi.
Menurut Schneirla (1957), Perkembangan adalah perubahan-perubahan progesif dalam organisasi organisme, dan organisme inidilihat sebagai system fungsional dan adaptif sepanjang hidupnya. Perubahan-perubahan progresif ini meliputi dua faktor yakni kematangan dan pengalaman.
Spiker (1966), Mengemukakan dua macam pengertian yang harus dihubungkan dengan perkembangan yaitu :
1. Ortogenetik, yang berhubungan dengan perkembangan sejak terbentuknya individu yang baru dan seterusnya sampai dewasa.
2. Filogenetik, yakni perkembangan dari asal usul manusia sampai sekarang ini. Perkembangan perubahan fungsi sepanjang masa hidupnya menyebabkan perubahan tingkah laku dan perubahan ini juga terjadi sejak permulaan adanya manusia, jadi perkembangan ortogenetik ,engarah ke suatu tujuan khusus sejalan dengan perkembangan evolusiyang mengarah kepada kesempurnaan manusia.
Bijou dan Baer (1961) Mengemukakan perkembangan psikologis adalah perubahan progesif yang menunjukkan cara organisme bertingkah laku dan berinteraksi dengan lingkungan. Interaksi yang dimaksud ini disisni adalah apakah suatu jawaban tingkah laku akan diperlihatkan atau tidak,tergantung dari perangsang-perangsang yang ada di lingkungannya.
Rumusan ini lain tentang arti perkembangan yang dikemukakan oleh Libert, Paulus, dan Strauss (Singgih, 1990:31) yaitu bahwa Perkembangan adalah proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu ssebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan lingkungan. Istilah perkembangan lebih dapat mencerminkan sifat-sifat yang khas mengenai gejala-gejala psikologis yang menampak. Perkembangan dapat juga dilikiskan debagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju kearah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan proses pertumbuhan, kematangan, dan belajar (Monks, 1984:2)
b) Tugas-tugas Perkembangan
Perkembangan merupakan proses yang menggambarkan perilaku kehidupan sosial psikologi manusia padapasisi yang harmonisdi dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas dan komplek. Oleh Havighurst perkembangan tersebut dinyatakan sebagai tugas yang harus di pelajari, dijalani, dan dikuasai oleh setiap individu dalam perjalanan hidupnya, atau dengan perkataan lain perjalanan hidup manusia ditandai dengan berbagai tugas perkembangan yang harus di tempuh.pada jenjang kehidupan remaja, seseorang telah berada pada posisi yang cukup kompleks, dimana ia telah banyak menyelesaikan tugas-tugas perkembangan, seperti misalnya, mengatasi sifat tergantung pada orang lain, memahami norma pergaulan dengan teman sebaya, dan lain-lain. Dengan demikian para remaja menjalani tugas mempersiapkan diri untuk dapat hidup dewasa, dalam arti mampu manghadapi masalah-masalah, bertindak dan bertanggungjawab sendiri. Oleh karena itu, tugas perkembangan pada masa remaja ini di pusatkan pada upaya untuk menanggulangi sikap dan pola perilaku kekanak-kanakan
Tugas-tugas perkembangan tersebut oleh Havighurst dikaitkan dengan fungsi belajar, karena pada hakikatnya perkembangan kehidupan manusia dipandang sebagai upaya untuk mempelajari norma kehidupan dan budaya masyarakat agar ia mampu melakukan penyesuaian diri dengan baik dan didalam kehidupan nyata.
Oleh karena itu, jenis tugas perkembangan remaja itu pada dasarnya mencakup segala persiapan diri untuk memasuki jenjang dewasa, yang intinya bertolak dari tugas perkembangan fisik dan tugas perkembangan sosio-psikologis. Havighurst (Garrison, 1956:14-15) mengemukakan 10 jenis tugas perkembangan remaja, Yaitu :
1. Mencapai hubungan dengan teman lawan jenisnya secara lebih memuaskan dan matang.
2. Mencapai perasaan seks dewasa yang diterima seacara sosial.
3. Menerima keadab badannya dan menggunakannya secara efektif.
4. mencapai kebebasan emosianal dari orang dewasa.
5. Mencapai kebebasan ekonomi.
6. Memilihdan menyiapkan suatu pekerjaan.
7. Menyiapkan perkawinan dan kehidupan berkeluarga.
8. Mengembangkan keterampilan dan konsep intelektual yang perlu bagi warga Negara yang kompeten.
9. Menginginkan dan mencapai tingkah laku yang bertanggung jaawab secara social
10. Mencapai suatu perangkat nilai yang digunakan sebagai pedoman tingkah laku.
Tugas-tugas tersebut pada dasarnya tidak dapat terpisahkan secara pilah, karena remaja itu adalah pribadi yang utuh. Dilihat dari perkembangan kehidupan secarta menyeluruh, pertumbuhan dan perkembangan dimasa remaja relatif berjalan secara singkat. Hal ini dapat bertambah sulit bagi remaja yang sejak masa anak-anak telah memiliki konsep yang mengagungkan penampilan diri pada waktu dewasa nanti. Oleh karena itu, tidak sedikit remaja bertingkah kurang baik dan kurang tepat.
c) Hakekat Perkembangan.
Kalau kita perhatikan segala sesuatu yang berada di sekitar kita, baik kehidupan manusia, binatang, flora, fauna maupun benda-benda anorganing, kita akan melihat satu hal yang abadi, yaitu selalu adanya perubahan. Segalanya selalu berubah, lambat atau cepaat, berulud penyusutan, pertumbuhan maupun perkembangan, menurut sifat dan kodratnya masing-masing. Semuanya berubah, tidak satupun yang kekal abadi kecuali ketidakabadian itu sendiri.
Hal ini berlaku juga dalam menghadapi pertumbuhan pemuda, secara psikhophisis. Aspek-aspek yang berkembang dari kehidupan manusia, yaitu pada hakekatnya manusia adalah makhluk yang hidup dalam keadaan :
1. Psikhophisis, yang berarti manusia adalah makhluk yang hidup dalam kesatuan dua, secara jasmaniah dan rohaniah.
2. Sosioindividuil, yang berarti manusia adalah makhluk yang hidup dalam kesatuan dua, social dan individual.
3. Culturilreligious, yang berarti manusia adalah makhluk yang hidup dalam kesatuan dua, dicipta (oleh Maha Pencipta) dan mencipta (kebudayaan).
Semua sifat itu dan semua aspek tersebut berkembang seluruhnya secara simultan selama mendapat kesempatan dan sejauh masih memungkinkan, menurut irama variasi dan isinya sendiri-sendiri.
d. Beberapa Teori Proses Perkembangan
Teori pertama yang tertua adalah yang diajukan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama JOHANN FRIEDERISCHE HERBART berpendapat bahwa terjadinya perkembangan adalah oleh karena adanya unsur-unsur yang berasosiasi, sehingga sesuatu yang semula bersifat simple (unsure yang sedikit) makin lama makin banyak dan kompleks. Herbart berpendapat demikian, karena teorinya bahwa anak baru lahir keadaan jiwanya masih bersih. Sejak alat inderanya dapat menangkap sesuatu yang datang dari luar, maka alat indera itu mengirimkan gambar atau tanggapan ke dalam jiwanya. Makin banyak tangkapan, makin banyak pula tanggapan.
Teori kedua GESTALT ( WILHWLM WUNDT) berpendapat bahwa proses perkembangan bukan berlangsung dari sesuatu yang komkpleks, melainkan berlangsung dari sesuatu yang bersifat global (menyeluruh tetapi samara-samar)ke makin lama makin dalam keadaan jelas, nampak bagian-bagian keseluruhan itu.
Teori ketiga JAMES MARK BALDWIN berpendapat bahwa, proses perkembangan itu adalah proses sosialisasi dari sifat individualis. Dalam bentuk imitasi yang berlangsung dengan adaptasi dan seleksi. Adaptasi dan seleksi berlangsung atas dasar hokum efek (law of effect) tingkah ;laku pribadi seseorang adalah hasil peniruan (imitasi)
Teori keempat adalah teori Freudism (SIGMUND FREUD) dalam mengemukakan teorinya, ia menggunakan sebagai contoh :”Pada masa bayi, manusia belum bermoral kemudian sudah memiliki moral secara heterogen, dan akhirnya memiliki moral dengan norma yang ditetapkan sendiri secara autonom.” Proses pemilikan moral dari heterogen ke moral autonom ini disebut internalisasi. Sebab norma moral tersebut ditentukan sendiri oleh manusoia dengan menggunakan factor internnya.
Ia menyusun teorinya atas empat azas, yaitu :
1. Azas biologis,
2. Azas ketidak berdayaan,
3. Azas keamanan, dan
4. Azas eksplorasi.
e. Teori Tentang Fase-fase Perkembangan
ARISTOTELES membagi fase-fase itu menjadi atas 7 tahun, sehingga dari masa anak-anak sampai dewasa, terbagi atas 3septennia, yaitu:
0 – 7 tahun = masa kanak-kanak
7 – 14 tahun = masa anak sekolah
14 – 21 tahun = masa pubertas.
Masa peralihan antara masa anak sekolah sampai masa pubertas, dinamakan masa pueral. Masa ini berlangsung dari umur 12 tahun sampai umur 14 tahun. Sifat-sifat fase ini adalah :

1. tidak mau diperlakukan sebagai anak lagi,
2. mulai akan sadar akan dirinya sendiri,
3. pemberani,
4. dinamis,
5. berbicara dan berbuat serba keras,
6. gemar mengusik dan bertengkar,
7. ingin selalu dikagumi,
8. mulai melakukan sosialisasi eksploratif,
9. ingin mendapatkan penghargaan.

Masa pubertas itu berlangsung :
a. Masa Prepubertas :
 Bagi anak wanita : 12-13 tahun
 Bagi anak laki-laki : 13-14 tahun
b. Masa Pubertas :
 Bagi anak wanita : 13-18 tahun
 Bagi anak laki-laki : 14-18 tahun
c. Masa Adolesen
 Bagi anak wanita : 18-21 tahun
 Bagi anak laki-laki : 19-23tahun
f. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Manusia
Secara umum perkembangan manusia selalui dipengarihi oleh factor luar dan factor dalam, factor indogen dan factor eksogen, factor extern dan intern.
Dalam hal ini K.H. DEWANTARA menggunakanistilah factor ajar bagi factor extern atau exsogen dan istilah dasar untuk factor indogen atau factor intern. Pendapat terakhir yang sampai sekarang dapat diterima oleh orang banyakpun masih merupakan suatu teori. Yakni teori yang dikemukakan oleh seorang psikolog dari Jerman bernama WILLIAM STERN.
Dalam hai ini ia berpendapat bahwa, apabila kedua factor tersebut masing-masing diganbarkan sebagai garis yang bertemu pada suatu titik dan membentuk sudut tertentu, maka titik itu dapat digambarkan sebagai pribadi seseorang, garis datar sebagai factor dasar, dan garis lain sebagai factor ajar, maka pribadi orang tersebut akan berkembang melalui garis diagonal yang dapat dibuat dalam jajaran genjangdari kedua garis tersebut.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


Dalam menerima teori itupun kita masih harus sependapat bahwa :
1. tiap-tiap orang membawa factor dasar yang tidak sama.
2. tiap-tiap orang tridak selalu dalam factor extern yang sama pula.
3. tiap-tiap sudut dibentuk oleh kedua garis tersebutpun tidak sama.
4. faktor manakah yang lebih kuat antara keduanya yang tidak sama.
Hal ini di buktikan dengan suatu contoh, bahwa sekalipun ada dua anak kembar dari satu telur, yang berkembang dalam lingkungan yang sama, oleh asuhan dari orang tuanya yang sama, dengan makanan ataupun pemeliharaan yang sama, namun karena terjadi pertengkaran antara keduanyasehingga yang seorang tercungkil matanya, maka terjadilah pribadi yang berlainan. Yang tercungkil matanya tumbuh menjadi seorang introvert dan yang lain menjadi ekstrovert. Hal ini terjadi karena si tercungkil matanya itu menjadi seorang pemuda, karena cacatnya, merasa rendah diri, kemudian menyendiri, mengasingkan diri dari orang banyak, dsb. Sebaliknya, si pencukil mata, tumbuh menjadi pemuda yang garang, suka mengembara dan ekstrovert.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan :
1. Pembawaan, pada waktu lahir anak membawa kemungkinan untuk merealisasi potensi yang ada pada anak.
2. Lingkungan, alam sekitar tempat manusia hidup, dan dalam hubungannya dengan alam sekitar tersebut orang yangbersangkutan menunjukkan reaksi.
3. Kemauan bebas / Ego, baru mngambil peranan pada suatu taraf perkembangan tertentu, bila yang bersangkutan telah mengetahui perbedaan antara baik dan buruk.
4. Takdir / Nasib, masa atau periode atau kejadian penting yang dialami pada suatu ketika turut menentukan perkembangan hidup seseorang.
g. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan yang kurang normal pada organisme ada bermacam-macam, yaitu :
Pertama, faktor-faktor yang terjadi sebelum lahir. Umpamanya, Peristiwa kekurangan nutrisi pada ibu dan janin, janin terkene virus, keracunan semasa bayi ada dalam kandungan, terkene inveksi oleh bakteri syphilis, terkene penyakit gabag, TBC, kolera, tifus, gondok, sakit gula, dan lain-lain.
Kedua, faktor ketika lahir atau saat kelahiran. Factor ini antara lain adlah intracranial haemorage atau pendarahan pada bagian kepala bayi yang disebabkan oleh tekanan dari dinding rahim ibu sewaktu ia dilahirkan dan oleh efek susunan saraf pusat, karena proses kelahiran bayi dilakukan dengan bantuan tang (Tangver-lossing).
Ketiga, faktor yang dialami bayi setelah lahir. Antara lain oleh kerena pengalaman traumatic pada kepala, kepala bagian dalam kepala terluka karena kepala bayi terpukul atau mengalami serangan sinar matahari. Infeksi pada otak atau selaput otak, misalnyapenyakit cerebral meningitis, gabag, malaria tropika, dypteria, dll. Semua penyebab tersebut diatas mengakibatkan pertumbuhan bayi sangat terganggu.
Keempat, faktor psikologis antara lain oleh bayi ditinggalkan ibu, ayah dan kedua orang tuanya. Sebab itu ialah anak-anak dititipkan pada suatu lembaga, seperti rumah sakit, rumah yatim piatu, yayasan perawatan bayi, dll. Sehingga mereka kurang sekali mendapat perawatan jasmaniah dan cinta kasih orang tua. Anak-anak tersebut mengalami kehampaan psikis, kering dari perasaan sehingga mengakibatkan kelambatan pertumbuhan pada semua fungsi jasmaniah. Pertumbuhan fisik mempengeruhi peerkembangan psikologis, demikian juga sebaliknya faktor psikologis dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik.
Jadi , istilah pertumbuhan dimaksudkan pertumbuhan dalam ukuran-ukuran badan dan fungsi-fungsi biologis.

2. KEPRIBADIAN
a) Pengertian Kepribadian
Kata “kepribadian” (Personality) sesungguhnya berasal dari kata latin yaitu persona. Pada mulanya, kata persona ini menunjukkan pada topeng yang biasa digunakan oleh pemain sandiwara di zaman Romawi dalam memainkan peranan-peranannya. Pada saat itu, setiap pemain memainkan peranannya masing-masing sesuai dengan topeng yang dikenakannya. Lambat laun, kata (Personality) berubah menjadi satu istilah yang mengacu pada gambaran social tertentu yang diterima oleh individu dari kelompok atau masyarakatnya, kemudian individu tersebut diharapkan bertingkah laku sesuai dengan social (peran) yang diterimanya (Koswara, 1991:10).
Dalam penelitian kepribadian, terdapat berbagai istilah, seperti motif, sifat, dan temperamen, yang menunjuk kekhasan permanent pada perseorangan (Berry, et al., 1999 :141).
Pengertian atau definisi mengenai kepribadian yang bias dikemukakan sedemikian banyaknya, lebih dari enam dasawarsa lalu, Allport (1971) dalam bukunya Personality mendaftarkan tidak kurang dari lima puluh definisi yang berbeda dan sejak itu jumlahnya kian bertambah banyak.
Allport mendefinisikan kepribadian sebagai berikut :
“Personality is the dynamic organization whitin the individual of those psychophysical system that determine his unique adjustments to his environment” (Artinya : Kepribadian adalah organisasi-organisasi dinamis dari system-sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.)
Dengan demikian berdasarkan devinisi diatas kepribadian memiliki beberapa unsur, yakni sebagai berikut :
1. Kepribadian itu merupakan organisasi yang dinamis. Dengan kata lain ia tidak statis, tetapi senantiasa berubah setiap saat.
2. Organisasi tersebut terdapat dari dalam individu, jadi tidak meliputi hal-hal yang berbeda di luar diri individu.
3. Organisasi itu berdiri atas system psikis, yang menurut Allport meliputi antara lain sifat dan bakat serta system fisik (Anggote dan organ-organ) yang saling terkait.
4. Organisasi itu menentukan corak penyesuaian diri yang unik dari tiap individu terhadap lingkungan.
Definisi deterministic mengenggap kepribadian sebagai keadaan internal individu sebagai organisasi proses dan struktur dalam diri seseorang. Kepribadian adalah apa yang menentukan perilaku dalam situasi yang ditetapkan dan dalam kesadaran jiwa yang ditetapkan (Cattel, 1965 : 27).
Seperti yang dikemukakan Allport Kepribadian terletak dibalik tindakan tertentu dan dalam individu dan system yang menyusunkepribadian dalam segala hal adalah kecenderungen yang menentukan (Allport, 1971). Jika didefinisikan seperti itu, kepribadian adalah :
1. Seperangkat kecenderungan kecondongan internal yang terorganisasi untuk berperilaku dengan cara tertentu.
2. Keberadaan tersendiri yang disimpulkan dari perilaku, bukan yang langsung dapat diamati.
3. Agar stabil dan konsistem dalam perjalanan waktu dan dipicu oleh rangsangan yang fungsinya sepadan.
4. Kekuatan yang menjadi penengah diantara penghargaan seseorang kepada dunia dan kegiatan dalam suatu situasi.
5. Membantu individu dalam menyaring realitas, mengungkapkan perasaan, dan mengidentifikasikan diri kepada orang lain.
Para Psikolog dan filsuf nampaknya mulai sepakat bahwa manifestasi kepribadian dapat dilihat dari :
1. Kenyataan yang bersifat biologis (Umwelt).
2. Kenyataanpsikologis (Eigenwelt).
3. Kenyataan social (Mitwelt).
Ketiga pernyataan ini menggejala menjadi satu kesatuan yang disebut dengan kepribadian. Pandangan seperti diatas tidak jauh berbeda dengan yang pernah dinyatakan oleh seorang psikolog termuka Gordon W. Allport (1897-1967) : “Kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistim-sistim psikofisik dalam diri individu yang menentukan penyesusiannya yang unik terhadap lingkungan”.
Kata dinamis menunjukkan bahwa kepribadian dapat berubah ubah, dan antar berbagai komponen kepribadian (yaitu sistim-sistim psikofisik) terdapat hubungan yang erat. Hubungan-hubungan itu terorganisir sedsemikian rupa sehingga secara bersama-sama mempengaruhi pola-pola perilakunya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
 Definisi psikologis dari kepribadian
Kepribadian itu merupakan sistim dari semua tingkah laku seseorang yang unik, terintegrasikan dan yang terorganisasikan. Sistim tingkah laku ini merupakan respon-respon yang komplek seperti cara seseorang melijat dunia, tujuan-tujuannya dan interesse-interessenya, apa yang ia sukai dan tak sukai, kemampuannya untuk berbuat sesuatu, cara-cara ia memecahkan persoalan-persoalan tertentu, bagaimana pandangannya terhadap seseorang dan apa yang ia inginkan dari kehidupannya. Semua tingkah lakuknya, termasuk pola-pola tingkah laku yang langsung atau tidak dapat dilihat meliputi sistim tingkahlaku yang terorganisasikan, inilah yamg disebut dengan kepribadian.
Tiap aspek dari kepribadian ini bukanlah merupakan suatu elemen yang dapat dijumlahkan atau dikurangkan dari individu itu secara sederhana
Ada tiga masalah penting yang perlu diperhatikan dalam perkembangan kepribadian seseorang :
1. Perkembangan itu relative cukup stabil, terutama yang menyangkut pola-pola penyesuaian social,
2. Bagaimana pandangan pribadi yang berkembang itu tentang diri pribadinya sendiri, karena di dalam konsep-konsep, yang dipelajarinya terdapat konsep tentang dirinya sebagai pribadi, bagaimana konsep itu telah terbentuk, bagaimana konsep itu mempengaruhi perubahan perilaku dan interaksi social.
3. Bagaimana bentuk proses sosialisasi yang mempengaruhi kelesterian dan kesetabilan perkembangan kepribadian yang bersangkutan.
b. Tipe-tipe kepribadian
Pada dasarnya setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda satu sama lain. Penelitian memgenai kepribadian manusia sudah dilakukan paraahli sejak dulu kala. Kita mengenal Hippocrates dan Galenus (400 SM dan 175 M) yang mengemukakan bahwa manusia dapat dibagi menjadi empat golongan menurut keadaan zat cair yang ada di dalam tubuhnya.
1. Melanzholicus (melankolisi) yaitu orang-orang yang banyak empedu hitamnya. Sehingga orang-orang dengan tipe ini selalu bersikap murung atau muram psimistis, dan selalu menaruh rasa curiga.
2. Sangunicus (Sanguinisi) yakni orang-orang yang banyak darahnya. Sehingga tipe orang-orang ini selalu menunjukkan wajah yang berseri-seri, periang atau selalu gembira dan bersikap optimistis.
3. Flegmuticus (Flegmatisi) yaitu orang yang banyak lendirnya. Prang ini sifatnya lamban dan pemalas, wajahnya selalu pucat, pesimis, pembawaannya tenang, pendiriannya tidak mudah berubah.
4. Cholercus (kolerisi) yakni yang banyak empedu kunimgnya. Orang tipe ini bertubuh besar dan kuat, namun penaik darah dan sukar mengendalikan diri, sifatnya garang dan agresif.
Eduard Spranger, ahli ilmu jiwa dari Jerman, mencoba mengadakan penyelidikan kepribadian manusia dengan cara lain. Ia mengadakan penggolongan tipe manusiaberdasarkan sikap manusia itu terhadap nilai kebudayaan yang hidup di dalam masyarakat. Nilai kebudayaan itu di baginya menjadi enam golongan, yaitu : politik, ekonomi, social, seni, agama, dan teori. Berdasarkan hal tersebut, ia membagi kepribadian manusia menjadi enam golongan.
1. Manusia politik. Yakni, orang bertipe politik ini memiliki sifat suka menguasai orang lain.
2. Manusia ekonomi. Yakni, suka bekerja dan mencari untung merupakan sifat-sifat yang paling dominan pada tipe oang ini.
3. Manusia social. Yakni, orang bertipe social memiliki sifat-sifat suka mengabdi dan berkorban untuk orang lain.
4. Manusia seni. Yakni, jiwa orang yang bertipe ini selalui dipengarruhi oleh nilai-nilai keindahan.
5. Manusia agama. Yakni, bagi mereka yang lebih penting dalam hidup ialah mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
6. Manusia teori. Yakni, sifat-sifat manusia ini antara lain suka berfikir, berfilsafat, dan mangabdi pada imu.
c. Faktor yang membentuk kepribadian
Faktor lain yang besar pengaruhnya terhadap kepribadian adalah hasil hubungan kita dengan lingkungan, atau pengalaman, para ahli membedakan dua macam pengalaman yang mempengaruhi kepribadian manusia, yaitu :
a. Pengalaman Umum, yaitu pengalaman yang dihayati oleh hampir semua anggota masyarakat atau bahkan oleh semua manusia. Pengalaman ini manjadi bagian diri seseorang yang sama dengan banyal orang lain di sekitarnya.
b. Pengalaman Unik, Setiap orang mempunyai pengalaman-pengalaman yang hanya pernah dialami oleh dirinya sendiri.karena sejak lahir seseorang anak sudah membawa cirri-ciri tertentu serta kecenderungan-kecenderungan tertentu, maka reksinya terhadap lingkungan terhadapnya bersifat khas. Pengalaman unik ini menentukan bagian darinya yang bersifat khas, unik, dan tak ada duanya.
d. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang.
Pribadi manusia itu dapat berubah, itu berarti bahwa pribadi manusia itu mudah atau dapat di pengaruhi oleh sesuatu. Karena itu ada usaha mandidik pribadi, membentuk pribadi, membentuk watak, atau mendidik watak anak. Yang artinya adalah nerusaha untuk memperbaiki kehidupan anak yang nampak kurang baik, sehingga menjadi baik. Misalnya, anak malas, dapat berubah menjadi rajin, dll.
e. Manfaat pengetahuan psikologi kepribadian
Yang dapat merasakan manfaat mengetahui pribadi seseorang, terutama adalah orang atau pribadi itu sendiri. Caranya adalah dengan berintropeksi yaitu dengan melihat kepada diri sendiri. Dengan demikian akan dapat selalu mengintropeksi kekeliruan-kekeliruan yang telah diperbuatnya.
Oleh karena itu psikologi kepribadian ini dimasukkan, sebagai salah satu psikologi khusus yang harus dipelajari oleh setiap calon guru, manfaatnya adalah sebagai berikut :
1. Agar guru dapat mengenal sifat-sifat anak-anaknya masing-masing sehingga pelayanannya dapat mudah diterima si anak.
2. Guru mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk memberikan pembinaan lebih jauh dan mendalam terhadap bakat dan kegemaran anak-anaknya, yaitu demi kehidupan anak di kemudian hari.
3. Dengan mengenal sifat-sifat si anak seorang anak dapat mencegah kemungkinan timbulnya frustasi bagi anak.
4. Dengan mengetahui keadan pribadi anak, guru akan dapat dengan tepat melakukannya, menolongnya, yang diharapkan si anak dapat segera dapat diserahi tanggung jawab sendiri.
5. Dengan mengenal anak itu, guru akan terhindar dari kemungkinan timbul konflik dengan anak-anaknyasendiri.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan dan kepribadian adalah sebagai berikut :
1. Pengertian Perkembangan :
Pengertian perkembangan menunjuk pada suatu proses kearah yang lebih baik atau sempurna dan tidak begitu saja dapat di ulang lagi. Perkembangan menunjuk ada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat di putar kembali
2. Pengertian Kepribadian:
Kepribadian adalah organisasi-organisasi dinamis dari system-sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik dalam menyesuaikandiri dengan lingkungannya.
Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Kemampuan sosial anak diperoleh dari berbagai kesempatan dan pengalaman bergaul dengan orang dilingkungannya. Faktor lingkungan keluarga merupakan faktor yang paling mempengaruhi perkembangan sosial anak, semakin bagus tata cara keluarga, maka perkembangan sosial anak juga semakin bagus.
Perkembangan sosial juga sangat mempengaruhi kepribadian anak, anak yang mempunyai daya intelegensi yang tinggi, perkembangan sosial yang baik pada umumnya memiliki kepribadian yang baik.

B. Saran
Adapun beberapa saran yang dapat kami sampaikan yaitu :
1. Berikanlah bimbingan juga pengarahan tambahan atau lebih kepada siswa bila diperlukan untuk mencapai perkembangan yang maksimal.
2. Lakukanlah secara continue / berkesinambungan untuk mengetahui keadaan kepribadian siswa.
3. Lakukanlah beberapa teknik tes atau non-tes yang bisa memecahkan masalah yang dihadapi siswa.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA


Knoers, Monks, dkk. 2006., Psikologi Perkembangan, Yogyakarta : Universitas Gajah Mada.

Sunarto, Perkembangan Peserta Didik, Jakarta : PT Rineka Cipta.

Sujanto Agus. 1927. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Aksara Baru.

Sobur Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung :Pustaka Setia.

Partowisastro Koestoer. Dinamika Dalam Psikologi Pendidikan. Jakarta : Penerbit Erlanga .

Soeitoe Samuel. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Fakultas EkonomiUniversitas Indonesia.

Irwanto. Psikologi Umum. Jakarta : Penerbit PT Prenhallindo.

Sujanto Agus. 1997. Psikologi kepribadian. Jakarta : Aksara Baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar